Leadership ala Batman di Justice League

Desember 01, 2017

Sudah nonton film Justice League (2017)?

Sumber Photo: http://www.justiceleaguethemovie.com/


Bagi anda peminat film fantasy / science fiction, tentu tidak akan melewatkan film yang satu ini. Apalagi anda penikmat komik keluaran DC, Marvel dan tema - temannya. Penonton berantrian pastinya saat tayang perdana di bioskop - bioskop tanah air. Dan rata- rata lebih dari satu studio yang menayangkan film ini di bioskop yang sama.

Selain keseruan para super hero dalam melawan musuh yang sangat tangguh itu, tersimpan nilai - nilai teladan yang bisa diambil bagi para penontonnya. Seperti nilai - nilai leadership yang akan kita bahas kali ini.

Apa saja sih nilai - nilai Leadership yag ditonjolkan dalam Justice League?

1. Seorang Leader Harus Peka Terhadap Masalah dan Inisiatif Memulai Sesuatu Perubahan.

Sumber Photo: https://www.inverse.com


Ketika melihat kotanya diserang oleh musuh dari dunia lain, Bruce Wayne mencoba untuk menghentikannya sendiri. Namun setelah dicoba beberapa kali, dia sadar bahwa hal ini tidak bisa dilakukan seorang diri. Karena kemampuannya yang terbatas dalam menghadapi penjahat super. Maka dia berinisiatif menghubungi para superhero di berbagai belahan dunia, untuk bersama - sama mengalahkan musuh yang sedang menyerang.

Sikap peka terhadap masalah inilah yang harus dimiliki seorang pemimpin. Ketika menyadari sebuah masalah, anda harus sadar dengan dampak yang akan ditimbulkan. Gerak cepat dalam memilih solusi yang diambil merupakan langkah tepat bagi seorang pemimpin. Anda harus memulainya terlebih dahulu, anda harus bergerak terlebih dahulu tanpa menunggu perintah dari atasan atau permintaan dari anggota team anda.

2. Kemampuan Memotivasi dan Menginspirasi Menjadi Persyaratan Wajib Seorang Leader.

Sumber Photo: http://collider.com/aquaman-story-will-beall/


Tidak mudah bagi Bruce Wayne walau dia seorang Batman, untuk mengajak semua superhero ikut bergabung. Beberapa penolakan dia jumpai, walau niatnya baik namun tidak semua mau turut serta ikut membantu. Namun kebulatan tekatnya untuk merecruit anggota team yang ahli di bidangnya akhirnya berbuah manis. Dengan segala upaya, dia meyakinkan mereka bahwa hal ini bukan hanya untuk kotanya saja tapi juga untuk kepentingan dunia.

Kemampuan berkomunikasi seorang Leader memiliki peranan penting disini. Menyampaikan apa yang dirasakan dengan baik sehingga menggugah orang lain untuk mengikuti. Kemampuan ini perlu dilatih terus menerus, agar kata - kata yang keluar dari mulut Anda, memiliki makna yang dalam dan dapat dirasakan bagi yang mendengarnya.

3. Bisa Meredam Keinginan Untuk Menonjolkan Diri dan Memaksimalkan Sumber Daya Yang Ada.

Sumber Photo: https://nerdist.com/justice-league-first-fun-superhero-film-dceu/


Memiliki team super tidak selalu berjalan dengan mulus. Karena team baru terbentuk dan masing - masing baru kenal, terjadilah percekcokan dan ingin menonjolkan kemampuan masing - masing. Disinilah letak kedewasaan Batman dalam merangkul anggota teamnya. Dia memberikan ruang untuk mereka menunjukkan kemampuannya dan tidak terlalu menonjolkan kelebihan dan kepintaran yang dia miliki.

Kebanyakan Leader adalah orang yang cerdas dan aktif. Tentu saja hal ini yang menjadi daya tarik seorang Leader di mata anggotanya. Dan disini pulalah kelemahannya, karena merasa lebih tahu dan berpengalaman, terkadang banyak Leader yang tidak ingin dibantah untuk menjaga wibawanya di depan anggota yang lain. Sehingga anda perlu meredam keegoan anda sendiri dan mengeluarkannya di saat yang tepat. Maksimalkan sumber daya yang ada di dalam team anda, karena setiap anggota sebenarnya memiliki kemampuan yang berguna untuk mencapai tujuan bersama, hanya saja mereka perlu diberi ruang, diberi motivasi yang membangun.


4. Berani Mengambil Resiko Demi Tercapainya Tujuan Bersama. 

 https://matiuadex.files.wordpress.com/2017/09/justice-league-photo-zack-snyder-superman-return.jpg
 Sumber Photo: https://matiuadex.com

Menghidupkan kembali Superman yang sudah meninggal, merupakan langkah terakhir yang harus diambil Batman, setelah team supernya belum berhasil mengalahkan musuh yang sangat kuat itu. Resikonya sangat besar, karena menghidupkan orang mati melanggar kodrat alam dan bila ketika dia hidup kembali kepribadiannya bisa berubah. Namun Batman terpaksa mengambil resiko ini karena tidak melihat cara lain yang bisa dilakukan. Dan terbukti ketika Superman dihidupkan kembali, kekacauan terjadi. Superman mengamuk dan menyerang anggota Justice League yang lain, untunglah Batman sudah mempersiapkan solusinya dengan memanggil Lois Lane untuk menenangkan Superman.

Keputusan seorang Leader terkadang menuai pro dan kontra dari para anggotanya. Hal ini disebabkan karena leader dan anggota memiliki sudut pandang yang berbeda. Leader yang memiliki rasa tanggung jawa yang tinggi berusaha melakukan apa saja demi tujuan teamnya tercapai. Sedangkan anggota lebih peduli dengan akibat buruk yang akan terjadi bila keputusan itu dilakukan. Sehingga disinilah keberanian leader diuji dalam memperjuangkan keyakinannya dan meyakinkan anggotanya terhadap keputusan yang akan diambil.

5. Sifat Legowo Merupakan Ciri Leader Yang Ikhlas Dalam Bertindak.

Sumber Photo: https://imgur.com/gallery/uFa3Q

Di akhir cerita terlihatlah kemampuan Superman yang luar biasa. Dengan mudahnya dia bisa mengalahkan musuh yang sangat kuat itu. Sehingga semua perhatian dan pujian tertuju kepada sosok Superman. Sosok Batman seperti dilupakan, padahal dialah yang memulai perjuangan ini semua. Lalu apakah dia iri dan marah? Tentu tidak, dengan santainya dia malah membatu Superman membeli Bank yang menyita rumah keluarga Clark Kent dan menghadiahkan rumah tersebut kepada ibunya Clark Kent kembali.

Ini yang dimaksud dengan legowo, ikhlas bertindak dalam segala hal. Walau tidak diapresiasi, walau tidak mendapat penghargaan dan pujian namun tetap berbesar hati. Dan terus melakukan tugas yang diberikan. Hal ini tentu saja bisa terjadi bila seorang leader telah memiliki kepribadian yang berkembang sehingga memiliki jiwa yang matang.

Nah menarikkan, ternyata banyak hal yang terkandung dari sebuah film yang bisa kita ambil pelajarannya. Jadi lain kali bila nonton sebuah film, perhatikan juga nilai - nilai positif yang ada di film itu. Khususnya bila anda menonton berama anak - anak, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi penonton yang cerdas.

Materi ini juga telah disampikan dalam acara NARSIS - Radio Seila 104.3 FM, Selasa 28 November 2017, bersama saya dan Ketua Rohis SMA se-Kota Batam.



Semoga Bermanfaat
Ade Jamil Himawan ( Coach Ade )
FB/IG: adejamil - WA: 0813 6433 3576

You Might Also Like

4 komentar