MENANGKAP PESAN HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DALAM AYAT AYAT CINTA

Desember 23, 2017

Tiada yang bisa memisahkan, bila Tuhan telah menakdirkan Engkau menjadi jodohku.
Pancasila itu ada di hati dan Bhineka Tunggal Ika itu ada dimana saja.


Merupakan deretan pesan yang  tersimpan dalam film Ayat Ayat Cinta. Dan tentunya masih banyak pesan tersembunyi lainnya, yang bisa menjadi inspirasi kita semua. Apakah pesan yang saya tangkap dan yang Anda tangkap sama, setelah menonton film inspirasi ini?

Rasa haru kembali terulang, sama seperti saat menonton Ayat Ayat Cinta 1 beberapa tahun yang lalu. Kekuatan cerita yang alur dan endingnya tidak ketebak, membuat saya larut ke dalam alur cerita yang syahdu. Bukan hanya bicara tentang cinta, kembali Habiburrahman El Shirazy menyelipkan pesan – pesan keagamaan, kemanusiaan dan kebangsaaan secara jelas.

Apa saja pesan moral yang bisa kita tangkap dalam karya indah ini:


1. PERDAMAIAN – STOP SALING MEMBENCI

Mulai dari Ayat Ayat Cinta 1, pesan ini ditempatkan diurutan paling awal. Hidup berdampingan dalam damai, merupakan idaman semua orang di berbagai belahan bumi ini. Apalagi untuk kita yang tinggal di kota – kota besar, yang tetangga kanan kirinya terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Ayo hidup rukun, sayangi tetanggamu seperti keluargamu sendiri. Seperti sosok Fahri yang berusaha membantu para tetangganya keluar dari kesusahan yang mereka alami.


2. JANGAN LUPA SHOLAT

Kalau di Ayat Ayat Cinta 1, diceritkan Fahri dan temannya sholat di ruangan ibadah umum. Dimana ruangan itu semua agama boleh beribadah disana. Di Ayat Ayat Cinta 2, kini lebih sesuatu lagi, Fahri sholat di depan kelas dan para mahasiswanya menunggu sampai selesai, baru perkuliahan dimulai. Ini seperti peringatan kepada kita semua, khususnya yang masih duduk di bangku pendidikan.Sesibuk apapun jadwal belajar, sebanyak apapun tugas yang diberikan, Ibadah kepada Tuhan tetap nomor satu.


3. MERAH PUTIH TETAP DI DADA

“Pancasila itu disini” kata Fahri sambil menjuk dadanya. “Dan Bhineka Tunggal Ika itu ada di mana – mana” lanjutnya. Luar biasa ya pemahaman nasionalis yang diselipkan. Seolah – olah ingin mengaskan, kalau paham Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, tidak perlu ceramah panjang lebar, tapi buktikan dengan perbuatan dan cara bergaul di lingkungan tempat kita tinggal. Saling menghormati, saling menghargai dan saling membantu satu sama lain.


4. CINTA DALAM DOA

Tempat curhat masalah rasa yang terbaik adalah kepada Sang Penguasa Rasa. Dia yang meneguhkan hati dan Dia pula yang membolak balikkan hati. Tiada guna berkeluh kesah dan menampakkan apa yang dirasakan kepada dunia, bila tidak menyelipkannya dalam doa. Air mata yang berlinang saat sujud dan berdoa, merupakan luapan emosi bentuk kepasrahan kita atas semua harapan. Seberapa sering kita melakukannya……..


5. KEPRIBADIAN YANG MATANG DITEMPA DARI BERBAGAI COBAAN

Cobaan hidup akan datang silih berganti. Hari ini kita bahagia, besok lusa bisa berubah menjadi nestapa. Begitupun sebaliknya, bila hari ini kita sedang gundah gulana, esok lusa bisa berubah menjadi tawa bahagia. Cara kita menghadapinyalah yang berbeda – beda, sesuai dengan kepribadian kita masing – masing. Sehingga di sinilah pentingnya kita terus belajar, belajar dan belajar. Terus memberikan asupan hati dengan semua hal yang bersifat positif. Membaca bacaan yang positif, mendengarkan hal – hal positif, bergaul dengan orang – orang positif. Sehingga kebijaksanaan akan muncul dari dalam diri kita masing – masing, yang siap dipakai saat menghadapi cobaan hidup nanti.


Dan  masih banyak lagi pesan moralnya.

Memilih hiburan yang baik, selain membuat kita senang juga memperkaya hati. Seperti Ayat Ayat cinta, karya yang dibuat dengan hati akan sampai pesannya ke hati para penonton. Menggugah hati tanpa menggurui.

Semoga Bermanfaat

COACH ADE
FB/IG: @adejamil – WA: 0813 6433 3576






You Might Also Like

6 komentar